Ny. Raning M, Suruh, Salatiga, Jawa Tengah
(disidangkan pada hari Jum’at, 10 Rajab 1427 H / 4 Agustus 2006 M)
Pertanyaan:
-
Bagaimana hukumnya ONH dengan cara hutang bank?
-
Siksa apa yang kami alami di tanah suci nanti?
-
Apakah lebih baik kami pergi haji menunggu warisan peninggalan orang tua laku dijual, karena kapan lakuknya kami belum tahu mengingat bentuknya tanah, sawah dan rumah?
-
Kalau menurut bapak/ibu cara ini (hutang bank) tidak baik, kami siap mengundurkan diri secepatnya mencabut ONH itu.
Demikian pertanyaan-pertanyaan kami, semoga bapak/ibu berkenan menjawab secepatnya. Semoga jawaban bapak/ibu dicatat Allah sebagai amal ibadah. Amin. Terima kasih.
Jawaban: